Logo Goemas Express
Status Pengiriman LiveKurir ID-8821 sedang membawa Kantong Segel #GOE-9942 ke Drop Point Mitra Goemas Jakarta Selatan
Harga Emas Anjlok 2,5% Hari Ini, Apa Penyebabnya?

Harga Emas Anjlok 2,5% Hari Ini, Apa Penyebabnya?

28 September 2026cs_tikaSemua Artikel

Harga emas mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (28/9/2026). Dalam hitungan jam sejak perdagangan dibuka, harga emas turun sekitar 2,5% hingga berada di posisi US$4.180,49 per troy ons pada pukul 13.00 WIB.

Penurunan harga emas terjadi di tengah kenaikan harga minyak dan meningkatnya perhatian investor terhadap risiko inflasi. Kondisi tersebut juga membuat ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat kembali menjadi perhatian pasar.


Harga Emas Turun Lebih dari 2%

Mengacu pada data Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (28/9/2026) berada di level US$4.180,49 per troy ons pada pukul 13.00 WIB.

Harga tersebut mencerminkan penurunan sekitar 2,5% dalam beberapa jam setelah perdagangan dibuka. Pelemahan ini menunjukkan adanya tekanan cukup besar terhadap harga emas di pasar global.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah kombinasi imbal hasil obligasi yang tinggi dan kenaikan harga minyak.

Menurut Tim Waterer, Kepala Analis Pasar KCM Trade, kenaikan harga minyak membuat kekhawatiran terhadap inflasi kembali mengemuka.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.


Kenaikan Harga Minyak Jadi Perhatian Investor

Harga minyak bergerak naik di tengah sinyal yang beragam terkait aliran pasokan minyak global. Situasi geopolitik juga menjadi salah satu faktor yang ikut diperhatikan pasar.

Iran menyatakan bahwa diplomasi merupakan jalan untuk menyelesaikan konfliknya dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan penolakan terhadap proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian pertempuran.

Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian pasar energi dan mendorong harga minyak bergerak naik.

Kenaikan harga energi dapat memberikan tekanan terhadap inflasi karena biaya energi berpengaruh terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari transportasi hingga produksi barang dan jasa.


Mengapa Kenaikan Suku Bunga Bisa Menekan Harga Emas?

Emas sering dipandang sebagai salah satu aset yang dapat digunakan untuk melindungi nilai ketika inflasi meningkat. Namun, hubungan antara inflasi, suku bunga, dan harga emas cukup kompleks.

Ketika suku bunga meningkat, aset yang memberikan imbal hasil seperti obligasi dapat menjadi lebih menarik bagi investor. Sementara itu, emas tidak memberikan bunga atau imbal hasil secara langsung.

Akibatnya, kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas.

Pasar kini kembali memperhatikan kemungkinan perubahan suku bunga The Fed setelah bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada awal September. Kisaran target suku bunga kemudian berada di level 3,75%-4%.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperhitungkan peluang sekitar 68% bahwa The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Oktober.

Ekspektasi tersebut masih dapat berubah seiring munculnya data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat.


Data Ekonomi AS Jadi Perhatian Pekan Ini

Investor akan mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar sepanjang pekan ini.

Beberapa data yang menjadi perhatian antara lain:

  • Data lowongan pekerjaan di Amerika Serikat.
  • Laporan ketenagakerjaan ADP.
  • Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE).
  • Data nonfarm payrolls.

Data-data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan perkembangan inflasi di Amerika Serikat.

Pasar kemudian akan menggunakan informasi tersebut untuk memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.


Apa Artinya bagi Harga Emas?

Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga penurunan dalam satu hari tidak selalu menunjukkan arah harga dalam jangka panjang.

Saat ini, investor menghadapi beberapa faktor yang saling berpengaruh, mulai dari harga minyak, inflasi, imbal hasil obligasi, hingga ekspektasi suku bunga The Fed.


Karena itu, harga emas dapat kembali bergerak mengikuti perkembangan data ekonomi dan kebijakan moneter global.

Bagi masyarakat yang memiliki emas fisik, perubahan harga emas global juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika ingin menjual emas. Namun, harga transaksi emas fisik dapat berbeda tergantung jenis emas, kadar, berat, kondisi, serta hasil pemeriksaan.

Jika ingin mengetahui nilai emas yang dimiliki, pastikan informasi mengenai kadar dan kondisi emas diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi.


Pantau Pergerakan Harga Emas

Perubahan harga emas global dapat terjadi dengan cepat mengikuti kondisi ekonomi dan pasar dunia. Karena itu, penting untuk selalu memperbarui informasi harga sebelum mengambil keputusan terkait emas.

Goemas menyediakan informasi dan layanan jual beli emas dengan proses yang mengutamakan kemudahan, keamanan, dan transparansi.


Untuk mengetahui harga dan layanan jual emas, kunjungi Goemas melalui website resmi atau aplikasi Goemas.