Harga emas kembali menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis pada awal pekan. Setelah menguat tajam pada perdagangan akhir pekan lalu, harga emas sedikit terkoreksi pada Senin (21/9/2026).
Merujuk Refinitiv, harga emas pada pukul 06.52 WIB berada di US$4.369,88 per troy ons, turun tipis 0,16% dari perdagangan sebelumnya.
Koreksi tersebut terjadi setelah emas ditutup menguat 0,84% pada Jumat (18/9/2026) di level US$4.376,91 per troy ons. Dalam dua hari terakhir pekan lalu, emas bahkan mencatat kenaikan sekitar 2,7%.
Secara mingguan, harga emas menguat 0,68%, sekaligus mengakhiri tren penurunan selama tiga pekan berturut-turut.
Emas Mulai Bangkit, Tapi Tekanan Masih Ada
Penguatan emas sebelumnya terjadi setelah harga sempat mengalami tekanan akibat sikap hawkish The Federal Reserve (The Fed).
Analis StoneX, Fawad Razaqzada, menilai emas mulai menunjukkan sinyal teknikal bullish. Namun, ia tetap melihat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, terutama harga minyak dan imbal hasil obligasi AS.
Jika harga minyak kembali meningkat, tekanan inflasi dapat ikut naik. Kondisi tersebut berpotensi membuat pasar memperkirakan suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama, yang pada akhirnya dapat membatasi ruang penguatan emas.
US$4.400 Menjadi Level yang Banyak Diperhatikan
Saat ini, US$4.400 per troy ons menjadi salah satu level penting dalam pergerakan emas.
Jika mampu menembus level tersebut, sejumlah analis melihat terdapat peluang bagi emas untuk melanjutkan penguatan menuju area US$4.500 hingga US$4.565.
Sebaliknya, apabila emas kehilangan support di sekitar US$4.235, harga berpotensi kembali menghadapi tekanan menuju area US$4.100 hingga US$4.000.
Analisis teknikal lainnya menempatkan US$4.405,59 sebagai level pivot, dengan area US$4.466–US$4.521 menjadi target berikutnya jika harga mampu menembusnya secara berkelanjutan.
Level-level tersebut merupakan analisis teknikal dan bukan jaminan arah harga emas berikutnya.
Suku Bunga The Fed Masih Menjadi Tantangan
Salah satu faktor yang masih membayangi emas adalah kebijakan suku bunga The Fed.
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%. Suku bunga yang lebih tinggi, dolar AS yang kuat, serta imbal hasil obligasi yang meningkat dapat memberikan tekanan terhadap emas karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Data tenaga kerja yang kuat juga membuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Di sisi lain, UniCredit mempertahankan pandangan netral hingga sedikit positif terhadap emas dengan kisaran US$4.300–US$5.000 untuk akhir 2026. Dukungan dari bank sentral dan investor masih menjadi salah satu faktor yang menopang permintaan emas, meskipun suku bunga tinggi dapat membatasi penguatannya.
Ketegangan Geopolitik Masih Menopang Emas
Selain faktor ekonomi, kondisi geopolitik juga menjadi perhatian pasar.
Ketegangan di Timur Tengah dapat meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven, terutama ketika investor mencari aset yang dianggap dapat menjadi pelindung di tengah ketidakpastian.
Namun, terdapat sisi lain yang perlu diperhatikan. Jika konflik kembali mendorong kenaikan harga minyak, tekanan inflasi dapat meningkat dan berpotensi membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Dengan demikian, pergerakan emas saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan, mulai dari suku bunga, dolar AS, harga minyak, hingga kondisi geopolitik.
Harga Emas Hari Ini dan Keputusan Menjual
Pergerakan harga emas dunia menjadi salah satu informasi yang dapat diperhatikan ketika seseorang ingin menjual emas. Namun, harga emas global bukan satu-satunya faktor yang menentukan nilai emas saat transaksi.
Kadar, berat, jenis emas, serta harga pembelian kembali juga dapat memengaruhi nilai yang diterima.
Bagi Anda yang memiliki emas dan sedang mempertimbangkan untuk menjual, Anda bisa mengecek estimasi awal melalui aplikasi Goemas. Jika ingin melakukan transaksi tanpa perlu datang langsung, Goemas EXPRESS menyediakan layanan penjemputan emas dari lokasi dengan Full-Risk Insurance selama proses transaksi.
Cek nilai emas Anda dan pilih cara jual emas yang paling sesuai melalui Goemas.
Referensi: Refinitiv dan materi berita CNBC Indonesia, 21 September 2026.
