Logo Goemas Express
Status Pengiriman LiveKurir ID-8821 sedang membawa Kantong Segel #GOE-9942 ke Drop Point Mitra Goemas Jakarta Selatan
Harga Emas Hari Ini Naik, Tapi The Fed Masih Jadi Perhatian

Harga Emas Hari Ini Naik, Tapi The Fed Masih Jadi Perhatian

18 September 2026sigitSemua Artikel

Harga emas kembali menguat setelah sempat mengalami tekanan selama tiga hari berturut-turut. Pada perdagangan Kamis (17/9/2026), harga emas di pasar spot ditutup di level US$4.340,09 per troy ons, melonjak sekitar 1,8%.

Penguatan tersebut berlanjut pada Jumat (18/9/2026). Pada pukul 07.10 WIB, harga emas tercatat naik 0,13% ke US$4.345,83 per troy ons.

Kenaikan ini menjadi perhatian karena sebelumnya harga emas sempat berada di level terendah dalam hampir enam pekan.


Apa yang Membuat Harga Emas Kembali Naik?

Salah satu faktor yang mendorong penguatan emas adalah pelemahan dolar AS dan turunnya harga minyak.

Harga minyak turun untuk hari kedua hingga berada di level terendah dalam sepekan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi yang sebelumnya membebani pasar emas.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan bahwa pergerakan harga energi memiliki hubungan erat dengan pasar emas. Menurutnya, penurunan harga energi dapat membantu mengurangi tekanan inflasi terhadap emas.

Selain itu, indeks dolar AS juga melemah dari level tertinggi dalam tujuh pekan. Yield Treasury AS 10 tahun turut mengalami penurunan.

Kombinasi kondisi tersebut membantu harga emas berbalik menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan.


Kebijakan The Fed Masih Menjadi Perhatian

Meski harga emas kembali naik, pasar masih mencermati arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed).

Suku bunga menjadi salah satu faktor penting dalam pergerakan emas. Ketika suku bunga meningkat, emas dapat menghadapi tekanan karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti aset berbunga.

Saat ini, pelaku pasar juga masih memperhatikan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga berikutnya. Berdasarkan data yang dikutip dalam pemberitaan tersebut, peluang kenaikan suku bunga pada Oktober berada di sekitar 51%, meningkat dari sekitar 44% sehari sebelumnya.

Artinya, meskipun harga emas sedang kembali menguat, sentimen pasar masih dapat berubah mengikuti perkembangan kebijakan moneter AS.


Prospek Emas Masih Dapat Mengalami Volatilitas

Di sisi lain, UBS melihat terdapat sejumlah faktor jangka panjang yang berpotensi menopang harga emas.

Defisit fiskal dan tingginya beban utang Amerika Serikat, potensi pelemahan dolar AS, serta kemungkinan The Fed kembali melonggarkan kebijakan pada tahun depan menjadi beberapa faktor yang diperhatikan.

Namun, UBS juga menilai volatilitas jangka pendek masih tinggi. Dengan demikian, kenaikan harga emas dalam satu perdagangan belum tentu berarti pergerakannya akan selalu berada dalam tren yang sama.

Bagi masyarakat yang memiliki emas dan sedang mempertimbangkan untuk menjualnya, kondisi seperti ini membuat penting untuk mengetahui harga dan nilai emas secara aktual sebelum mengambil keputusan.


Cek Nilai Emas Sebelum Menjual

Harga emas dunia dapat menjadi salah satu acuan, tetapi nilai emas yang diterima saat dijual juga dapat dipengaruhi oleh jenis emas, kadar, berat, dan mekanisme harga yang digunakan.

Melalui aplikasi Goemas, pengguna dapat memanfaatkan AI Gold Scanner untuk mendapatkan estimasi awal emas dengan praktis. Jika ingin menjual dari rumah, tersedia juga Goemas EXPRESS dengan layanan penjemputan dan Full-Risk Insurance selama proses transaksi.

Ingin mengetahui nilai emas yang Anda miliki? Cek melalui aplikasi Goemas dan pilih layanan penjualan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Referensi: CNBC Indonesia/Refinitiv, 17–18 September 2026.