Logo Goemas Express
Status Pengiriman LiveKurir ID-8821 sedang membawa Kantong Segel #GOE-9942 ke Drop Point Mitra Goemas Jakarta Selatan
Harga Emas Naik Tipis, Inflasi AS Redakan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga Emas Naik Tipis, Inflasi AS Redakan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

02 October 2026cs_tikaSemua Artikel

Harga emas kembali menguat tipis pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Pergerakan ini terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Oktober.

Mengacu pada data Refinitiv, harga emas ditutup di level US$4.177,76 per troy ons pada Kamis (1/10/2026), atau naik 0,52%. Penguatan tersebut menjadi pembalikan setelah emas sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam pada perdagangan Rabu.

Pada Jumat (2/10/2026), harga emas masih bergerak positif. Harga tercatat naik sekitar 0,1% menjadi US$4.182,17 per troy ons.


Inflasi AS Lebih Rendah, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Turun

Data inflasi AS untuk Agustus menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dibandingkan perkiraan. Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 0,3% secara bulanan, sementara secara tahunan meningkat 3,4%, di bawah perkiraan ekonom sebesar 3,7%.

Data tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun menjadi sekitar 31%, dari 45% sebelum data dirilis dan 69% sepekan sebelumnya.

Ekspektasi suku bunga menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan emas. Ketika peluang kenaikan suku bunga berkurang, tekanan terhadap emas dari aset berbunga juga ikut mereda.

“Ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih rendah telah menopang pasar logam mulia,” ujar David Meger, Director of Metals Trading High Ridge Futures, dikutip dari Refinitiv.


Imbal Hasil Treasury dan Dolar AS Masih Menahan Harga Emas

Meski ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober menurun, harga emas belum sepenuhnya lepas dari tekanan.

Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Kenaikan imbal hasil dapat meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.

Di sisi lain, penguatan dolar AS juga menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas. Karena emas diperdagangkan dalam dolar AS, penguatan mata uang tersebut dapat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.


Investor Menanti Data Tenaga Kerja AS

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data nonfarm payrolls AS September yang dijadwalkan dirilis Jumat (2/10/2026).

Data ketenagakerjaan tersebut menjadi salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi AS sekaligus arah kebijakan The Fed berikutnya. Karena itu, hasil data dapat kembali memengaruhi pergerakan dolar, imbal hasil obligasi, dan harga emas.


HSBC Pangkas Proyeksi Harga Emas

Di tengah volatilitas pasar, HSBC memangkas proyeksi rata-rata harga emas untuk 2026 dan 2027 menjadi masing-masing US$4.490 dan US$4.825 per troy ons.

HSBC juga memperkirakan tekanan terhadap emas masih dapat berlanjut dalam jangka pendek sebelum harga berpotensi menemukan titik bawah.

Pergerakan harga emas global menunjukkan bahwa harga logam mulia dapat berubah cukup cepat mengikuti perkembangan inflasi, suku bunga, dolar AS, hingga kondisi ekonomi global.

Bagi masyarakat yang memiliki emas fisik, perubahan harga global juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika ingin mengetahui nilai emas yang dimiliki.


Ingin mengetahui nilai emas Anda? Cek estimasi dan pilihan jual emas melalui Goemas. Dengan Goemas EXPRESS, proses jual emas juga dapat dilakukan dari rumah dengan layanan penjemputan.